Bagaikan suatu perjalanan sentimental, membicarakan Islam dan politik di Indonesia melibatkan kekhawatiran dan harapan lama yang mencekam. Daerah itu penuh dengan ranjau kepekaan dan kerawanan, serta harapan-harapan Indonesia, harus dilakukan dengan penuh hati-hatian. Inilah yang bisa kita liat dan rasakan dalam wacana maupun aksi politik Islam dewasa ini.
Di masa reformasi ini, Islam di Indonesia memang dituntut untuk dapat mewujudkan nilai-nilai peradabannya, sebagaimana pernah terwujud dalam masa kesalehan Islam di zaman Rasul dan empat khalifah pertama. Umat Islam ditantang merealisasi Hadits Nabi, "Kamu adalah sebaik-baik umat yang diketengkan untuk manusia, karena kamu menganjurkan kebaikan dan mencegah kejahatan, lagi pula kamu percaya kepada Tuhan." Islam menuntut ditegakkannya nilai-nilai hubungan sosial yang luhur, seperti keadilan, demokrasi, keterbukaan, toleransi, dan pluralisme yang semua itu adalah kelanjutan dari tegaknya nilai-nilai yang berasal dari ikatan keadaban (bond of civility).
Buku CITA-CITA POLITIK ISLAM PASCA REFORMASI yang sangat tepat kehadirannya ini, menunjukkan bahwa pada dasarnya masyarakat Indonesia memiliki semua perlengkapan yang diperlukan untuk menegakkan apa yang disampaikan "masyarakat madani" ini atau dalam istilah moderen civil society, yang tidak lain adalah nilai-nilai Islam tetapi mampukah umat Islam mewujudkan panggilan politik, yang sebenarnya adalah juga panggilan keagamaan? Inilah tantangan terbesar cita-cita politik Islam di Era Reformasi Sekarang ini.
Buku ini koleksi Layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.
CITA-CITA POLITIK ISLAM PASCA REFORMASI
Penerbitan : Jakarta Pramadina 1999
Tempat Terbit : Jl. Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan
Tahun Terbit : Maret 1999
Jumlah Halaman : 265 halaman

No comments:
Post a Comment