Pada masa pergolakan revolusi 1905 dan 1946, wilayah Luwu meliputi Larompong hingga ujung Utara Malili bahkan Poso dan Kolaka adalah gudangnya para pejuang tanah air, baik prakemerdekaan maupun pasca kemerdekaan , teristimewa Andi Pandangai adalah sosok pejuang kemerdekaan di Luwu sekitar tahun 1905-1906. Lahir di Tabbaja, daerah Cilellang Palopo Selatan atau sekarang masuk dalam wilayah Kabupaten Luwu, tetapi seluruh perjuangannya dilakukan di daerah Luwu bagian Utara, atas perintah Datu saat itu, Andi Kambo Opu Daeng Risompa, bahkan hingga daerah Poso dan Kolonedale Sulawesi Tengah.
Andi Pandangai mulai meniti karier dalam kemiliteran sekitar bulan Maret 1901, dalam usia 38 tahun dilantik sebagai Panglima Perang Angkatan Darat Kerajaan Luwu Bagian Utara meliputi wilayah Ana'TelluE Baebunda. Pelantikan dilakukan oleh Datu Luwu Andi Kambo Opu Daeng Risompa yang dihadiri oleh Adat 12 Luwu. Kepercayaan yang diberikan itu merupakan karier pertamanya di bidang kemiliteran dalam Kerajaan Luwu.
Buku ANDI PANDANGAI: Pahlawan Nasionalis Di Tengah Pasukan membahas perjuangan Andi Pandangai pada awal abad ke-20, kegigihan perjuangan/kepahlawanan terhadap kolonial Belanda, kemahiran dalam menyusun strategi dan taktik dalam perang.
Berikut kesaksian orang-orang yang pernah ditemani bertempur melawan Belanda, memberikan kesaksian bahwa: "Andi Pandangai Opu Nene'na Makkulau adalah sosok pemberani melawan Belanda, tidak ada tandingannya, dan apabila ada yang menyamainya-satu orang, namun yang keduanya, atau yang ketiganya sulit akan ditemukan. Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.
Menelusuri Jejak Revolusi Luwu 1905 dan 1946
Penulis: A. Mattingaragau T, A. Asiz Tenrigau, Kasmad
Editor: A. Molang Chaerul
Penerbit: Andi Djemma University Press
ISBN: 978-979-24-5412-3
.jpeg)
Luwu merupakan salah satu Kerajaan di Sulsel yang melibarkan seluruh rakyat dalam menentang penjajahan (Perlawanan Rakyat Semesta)
ReplyDelete