March 21, 2022

LIMA NASKAH DRAMA PILIHAN

Fenomena kelahiran naskah-naskah drama dengan warna lokal sering kali dikaitkan dengan kondisi sosio-budaya masyarakat Indonesia yang tengah dilanda krisis jati diri. Akibat modernisasi dan globalisasi, nilai-nilai lama warisan leluhur cenderung ditinggalkan, sedangkan nilai-nilai baru belum pula terpegang dengan mantap. Timbul perasaan gamang dan bahkan teralienasi yang kemudian melahirkan kerinduan akan nilai-nilai lama yang sebelumnya terbukti ampuh membingkai kehidupan masyarakat Indonesia.

Buku LIMA NASKAH DRAMA PILIHAN yang termuat dalam buku ini adalah sebagian dari naskah-naskah drama dengan warna lokal yang ditulis oleh sejumlah penulis di Makassar selama kurun waktu 1970-an hingga 1990-an. Kelima naskah drama tersebut adalah 

  1. "I Tolok" karya Rahman Arge, 
  2. “Samindara" karya Aspar Paturusi, 
  3. "Para Karaeng" karya Fahmi Syariff
  4. “La Domai dan I Tenriawani" karya A.M. Mochtar, dan 
  5. “To'do'puli” karya Yudhistira SKT

  • "I Tolok" karya Rahman Arge

I Tolok Daeng Magassing adalah satu nama yang telah jadi legenda di kalangan masyarakat Bugis-Makassar. ia berasal dari negeri Goa dan tumbuh menjadi seorang lelaki yang hidupnya mirip-mirip Robin Hood.

Pada sekitar tahun-tahun awal masuknya belanda di Sulawesi Selatan, ia mulai. Dilawannya Belanda dan kaki tangannya. digarongnya mereka, dan dibagikannya hasilnya kepada orang-orang miskin.

Ia sukar ditangkap, tapi tertipu dalam suatu kenduri, di rumah Baco Pa'tene tetangganya. Pasukan Belanda mengepung kenduri itu dan membunuhnya.

Kini ia disebut pahlawan, tapi juga ada yang menudingnya sekadar penyamun.

  • "Samindara" karya Aspar Paturusi

Konon, kata si empunya cerita, dua orang bersaudara turunan datu Luwu terpaksa diasingkan ke negeri selatan. Hal ini dilakukan agar mereka tidak terkena penyakit kulit. Ini adalah Nujuman Boto Kerajaan. Menghindarkan turunan Datu Luwu dari wabah penyakit demi keselamatannya, juga untuk keselamatan, negara dan rakyat.

Tentu saja negara dan rakyat tak boleh diperintah oleh raja yang mengidap penyakit. Bukankah raja adalah wakil dewata di bumi? Raja sehat, rakyat sehat, negara sehat; alam pun sehat; tentu itulah kehendak sang dewata Seuwae Epawinru Silili’na, dewa yang esa pencipta seluruh alam,

  • "Para Karaeng" karya Fahmi Syariff
Teropong dan Meriam
  • “La Domai dan I Tenriawani" karya A.M. Mochtar

Gerhana Bulan

  • “To'do'puli” karya Yudhistira SKT
Banten sekitar tahun 1654. Armada Kerajaan Gowal di bawah pimpinan Karaeng Bontomarannu dan saudaranya, Karaeng Galesong, meninggalkan Butta Gowa. dengan satu tekad di dada. Terus mengadakan perlawanan terhadap pasukan kompeni Belanda setelah kekalahan mereka dalam pertempuran laut perairan Buton. Iring-iringan kapal perang sebanyak 70 buah beserta sekian ribu lasykar tiba di Pelabuhan Banten dengan maksud meminta bantuan kepada Sultan Banten yang bergelar Sultan Ageng Tirtayasa. 

Kerajaan Banten ketika itu tengah dilanda kemelut dengan terjadinya pemberontakan yang dipimpin putra sultan bernama Sultan Haji. Ia telah dihasut kaki tangannya yang memihak Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa dibantu menantunya Syeh Yusuf (putra Gowa) beserta lasykar yang datang dari Gowa. Sultan Ageng kalah dan dipenjarakan di Batavia. Lasykar Gowa terusir dan berangkat ke Jawa Timur. Di sana mereka membantu pergerakan Trunodjojo, putra Raja Madura.

Naskah drama "I Tolok" karya Rahman Arge, “Samindara" karya Aspar Paturusi, “I La Domai dan Tenriawani" karya A.M. Mochtar, dan “To'do'puli” karya Yudhistira. Semuanya telah dipentaskan di Makassar dan mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Demikian pula ketika tiga di antaranya tampil di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, yaitu “I Tolok" (1978), “Samindara" (1982), dan “Para Karaeng" (1994). Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


LIMA NASKAH DRAMA PILIHAN
Penyusun: Ridwan Effendy
Penerbit: Dewan Kesenian Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Lembaga Penerbitan UNHAS
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2003
ISBN: 979-530-454-5






No comments:

Post a Comment