Nama Makassar sebagai sebuah daerah kerajaan ternyata sudah berdiri sejak zaman Majapahit, terbukti dalam buku negarakartagama karangan Empu Prapanca disebutkan nama Makassar sebagai salah satu daerah taklukan Majapahit. Demikian hanya dalam naskah kuno Lagaligo juga telah disebutkan nama Makassar sebagai satu wilayah.
Pada masa Pemerintahan Raja Gowa VI Karaeng Tunatangkalopi sudah ada rencana untuk mendirikan kerajaan sampai Gowa Tallo. Kerajaan kembar itu kemudian terwujud ketika putranya Batara Gowa menjadi Raja Gowa VII sedangkan adiknya Karaeng Loe ri Sero menjadi Raja Tallo pertama sekaligus menjadi Mangkabumi Kerajaan Gowa. Penyatuan Kerajaan Kembar Gowa-Tallo itulah lazim disebut Kerajaan Makassar.
Pada masa pemerintahan Raja Gowa ke IX Karaeng Tumapakrisik Kallonna yang memindahkan ibukota kerajaan dari Bukit Tamalate ke Pesisir Sombaopu, maka mulai saat itu Makassar dikenal sebagai Kerajaan Maritim. Terlebih lagi pada masa pemerintahan Raja Gowa XIV Sultan Alauddin, Makassar menjadi pusat penyebaran agama Islam di wilayah Timur Nusantara ini.
Pucak kejayaan Makassar terjadi pada abad ke 16-17 terutama ketika Kerajaan Makassar dibawah pimpinan Sultan Malikussaid dengan Mangkubuminya I Mangadacinna Daeng Sitaba Karaeng Pattingalloang. Karaeng Pattingalloang yang piawai dengan beberapa bahasa asing telah banyak mengundang pedagang dari berbagai negara untuk datang ke Dermaga Sombaopu. Ketika Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511, maka Bandar Niaga Sombaopu berubah derastis menjadi Bandar Niaga Internasional. Disekeliling Kota Sombaopu telah banyak berdiri kantor perwakilan dagang (loji) yang menyebabkan Makassar saat itu menjadi kota.
Buku MAKASSAR TEMPO DOLOE menggali sejarah dan budaya Kerajaan Makassar di masa silam, yang menguasai separuh wilayah di belahan timur Nusantara, mulai dari Sulawesi, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara, Australia Utara (Marege), Kepulauan Maluku Tenggara (Pulau-pulau Tinimbar). Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.
Penulis: Zainuddin Tika, H. Abd. Rahim, H. Sarea, Mas'ud Kasim
Penerbit: Lembaga Kajian dan Penulisan Sejarah Budaya Sulawesi Selatan
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2011
ISBN: 978-602-99757-0-3

No comments:
Post a Comment