March 17, 2021

MANUSKRIP BUGIS TENTANG MEMBANGUN KAPAL


Koleksi yang diterbitkan, B.F. Matthes menjelaskan asal muasal naskah dan mencantumkan isinya: "No. 125 (folio, 156 halaman) adalah manuskrip yang saya peroleh pada tahun 1861 dari Tomarilalëng anggota Ade Pitue yaitu Arung Ujung. Ini cukup baik tertulis, terbaca, sekurang-kurangnya, dan berisi:

  1. halaman 1 - 97. Berbagai kutipan dari Latoa penguasa Pëtta Pawëlaië ri Lariambangi, termasuk Undang-undang, atau dan kode maritim komersial, Amanna Gappa.
  2. halaman 97 - 104. Sebuah pekerjaan tentang membangun rumah.
  3. halaman 104 - 107. Sebuah pekerjaan tentang pembangunan kapal.
  4. halaman 107 - 108. Sebuah karya tentang mendirikan pagar.
  5. halaman 108 - 125. Konferensi perwakilan Bonê, Wajo ' dan Soppëng di Timurung di Bonë pada tanggal 26 dan 28 Mei, dan 4, 7, 14, 20 dan 23 Juni 1760 untuk membahas pembajakan melalui darat dan laut Aru Panêki, yang memerintah sebagai Aru Matoa di Wajo 'dari 1737 hingga 1754 dengan nama dari La Madukëllëng Aru Singkang, meskipun sebelum dan sesudah ini periode yang dia lakukan seperti bajak laut yang tepat.
  6. halaman 125 - 138. Sebuah karya tentang pertanian.
  7. halaman 138 - 156. Sebuah karya tentang berbagai jenis alat tangkap.

[Pekerjaan dimulai dengan baris terbawah halaman 104 dari naskah.]

1. Naia sukë'na lopië, patujuë. Nakko 1, tasukë '[halaman 105] lampë'na, kalëbisëangngë 2, rëkko 3 pitug: sa asëragi, rasiliwëng pannyambunna. Naia pannyambungngë, ritaroiwi, jiri '4, passauang. Naia rimunri, naia sakka'na, malappa 'kalë bisëangngë2, riolo mau sëuamua, sijakka'. Ianaro riasëng, paribisëangngi alëna.

Terjemahan.

Ini adalah ukuran perahu yang layak. Saat Anda mengukur panjang badan kapal, seharusnya baik tujuh atau sembilan [depa], tanpa perluasannya. Adapun perpanjangannya, Bagian depannya dibuat rata, meski hanya ada satu pompa dan palka. Di bagian buritan, lebar bodi kapal satu bentang. Ini adalah menyebut tubuhnya berada di atas kapal

2. Naia babana lopiê, makkêdua6 rëppana rikëkkëng, mpali-wali. Naia lampë'na sëppuloi dua rëppana, riwarëkkëng 7, matoi, wali-wali. Narêkko sirëppai, malatopa aie, sakka'na babana, asëratoisa rëppana lampë'na, malatopa aie.

Terjemahan.

Adapun lambung prau, [seharusnya] dua depa dengan kepalan tangan tertutup di kedua sisi dan panjangnya dua belas depa dengan tertutup tinju juga di kedua sisi. Jika lebar lambung sekitar satu depa, maka panjangnya [harus] sekitar sembilan depa.

3. Aja' mupattujuiwi sangkilanna8 pannyambung 9 papëngngë 10, pannyambung ° kalë bisëangngë 2. Aja' mupattujui bango, bango sompung papëngngë, sompung lunasa'ë n, napasuga

Terjemahan.

Jangan letakkan balok kemudi utama pada ekstensi papan [? s] [atau] pada perpanjangan tubuh kapal. Jangan tempatkan tulang rusuk [lambung] pada sambungan di papan, [atau] pada sambungan di lunas, [atau]bahkan pada simpul [di kayu].

4. Narëkko ëngka12 lopi-lopi, aja' muparisaliwëngngi. Parilalen lopiwi, narilalëng kurung, namariawa, silasa narapi'ë 13 uaë. Rëkko dë'lisë'na, tëasa rêkko tënnarapi'i 13 uaë, lopi-lopië.

Terjemahan.

Jika ada perahu kecil, jangan diletakkan di luar. Simpan itu di dalam prau, di dalam palka, di bawah, tempat [lambung kapal] berair harus mencapainya. Jika tidak ada kargo, tetap berhati-hatilah agar tidak ada air yang mencapai perahu kecil.

dst... sd nomor 37

(A BUGIS MANUSCRIPT ABOUT PRAUS by C.C. MACKNIGHT and MUKHLIS).

Sumber asal manuskrip : Arung Ujung (Anggota Ade Pitue, Kerajaan Bone.
FB. an. Abbas Daming

No comments:

Post a Comment