Folkloor sebagai bagian tertentu dari masalah dan pengetahuan, kebudayaan meliputi: cerita rakyat, dongeng/fabel, permainan rakyat dan sastra rakyat yang isinya merupakan ungkapan, perbandingan, simbol/perlambang dan kiasan-kiasan yang mengandung arti dan nilai edukatif, religius, etis, moral dan lain-lain. Kesemuanya itu menggambarkan jiwa dan kepribadian serta pertumbuhan kebudayaan bangsa.
Buku CERITA RAKYAT DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN merupakan hasil perekaman dan pencatatan dari beberapa cerita rakyat diantaranya:- Bungawallu dan Patirambanan, dituturkan kembali oleh Mahyuddin Notta
- Tobarani di Rompu, dituturkan kembali oleh Abd. Kadir M
- Lawerocco To Barani (Lawerocco Orang Berani), dituturkan kembali oleh B. Sibentang
- Bulu Pole, dituturkan kembali oleh Djumadi Syamsuddin
- Lamase-mase, dituturkan kembali oleh Thamrin Maja RA
- Batu Rappen (Batu Mebali), dituturkan kembali oleh Hairuddin
- Bulu Pala (Tapak Tangan Yang Berbulu), dituturkan kembali oleh Hairuddin
- Maruddani dan Malimongan Dalam Cerita Tak Sampai, dituturkan kembali oleh Simon Pakolo
- Wao Bulu, dituturkan kembali oleh M. Djunaid, BA
- I Tamba' Laulung Dikampung Tanrani Desa Sengka Kecamatan Bontonompo, dituturkan kembali oleh Kumi Sila
- Cindea sebagai alat Kebesaran Kare Pattsalassang, dituturkan kembali oleh Djohan Budiman S.
Buku ini merupakan koleksi layanan deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.
Editor: L.T Tangdilintin, Muh. Yamin Data, Gunawan Yasid Anta
Penerbit: Sejarah dan Nilai Tradisional Ujung Pandang
Tempat Terbit: Ujung Pandang
Tahun Terbit: 1982

No comments:
Post a Comment