March 16, 2021

BOLA SOBA

Bola Soba merupakan bangunan tradisional dengan bentuk rumah panggung gaya Bugis Makassar adalah bekas rumah Panglima Besar Kerajaan Bone (Petta PunggawaE) pada masa pemerintahan Raja Bone XXX La Pawawoi Karaeng Sigeri. Rumah tersebut dibangun sekitar tahun 1890 dan ditempati oleh Panglima Besar Kerajaan Bone (Petta PunggawaE) yang bernama Baso Pagilingi Abdul Hamid.

Selain sebagai Panglima Besar Kerajaan Bone Baso Pagilingi Abdul Hamid juga adalah putera mahkota Kerajaan Bone. Karena itu sebelum memangku jabatan sebagai Panglima Besar (Petta PunggawaE), maka lebih dahulu telah menjabat beberapa jabatan tinggi dilingkungan kerajaan seperti Arung Lita, Arung Macege, dan terakhir sebagai Petta PunggawaE atau Panglima Besar.

Sebagai Panglima Besar Kerajaan dan putera asli dari Kerajaan Bone bertekad bulat menentang hasrat dan rencana Belanda untuk menguasai Kerajaan Bone. Dihadapan Dewan Hadat Tujuh Panglima Besar (Petta BunggawaE) Bone Baso Pagilingi Abdul Hamid dengan lantang berucap:

"Saya telah bertekat bulat akan bertarung dan akan menghantamnya sebelum ia memasuki Cellu dan kalau saya mati karena itu, memang selalu berniat lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup dibawah kekuasaan siputihmata, sehingga kematianku akan memberikan kesan bagi orang-orang kemudian lebih panjang dari usiaku dan akan sepanjang jalan".

Akhirnya Belanda berhasil menguasai Kerajaan Bone, maka rumah atau istana Panglima Besar Kerajaan Bone (Petta PunggawaE) diambilalih oleh pemerintahan Belanda dan dijadikan markas tentara Belanda. Kemudian pada tahun 1912 rumah atau istana Panglima Besar (Petta PunggawaE) yang tadinya dijadikan asrama tentara Belanda, bentuknya diubah dan difungsikan sebagai mess atau penginapan bagi tamu-tamu Belanda. Karena bentuk dan fungsinya sudah lama, maka orang pun memberi nama lain terhadap rumah tersebut dengan julukan Bola Soba yang artinya rumah persahabatan.

Pada masa Pemerintahan Raja Bone XXXI La Mappanyukki pada tahun 1931, Bola Soba pernah menjadi Istana sementara Raja Bone. Ketika pecah revolusi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 oleh kesatuann Gerilya Sulawesi Selatan, Bola Soba dijadikan markas KGSS dan terakhir menjadi asrama TNI pada tahun 1957.

Buku BOLA SOBA menjelaskan sejarah bangunan tradisional  Bola Soba dan sejarah pemiliknya (Panglima Besar Bone) serta arsitektur rumah adat Bugis dengan nama istilah bagian-bagian dari rumah adat tersebut.  Buku ini merupakan salah satu Koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi Jalan Sultan Alaudddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


BOLA SOBA
Penulis: Abdul Muttalib M
Penerbit: Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Sulawesi Selatan
Tempat Terbit: Ujung Pandang
Tahun Terbit: 1984

                                                                                                                                                                                                                                                                                              6

No comments:

Post a Comment