Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki tiga komunitas maritim yaitu:
Pembuat Perahu; Penagkap Ikan; dan Penghuni Pantai Wisata, yang memulai “hidupnya” dengan tatanan pra-kapitalis
sederhana dalam struktur dan tidak rasional secara kultur.
Buku Jagad Maritim yang ditulis oleh Darmawan Salman,
bermula ketika menyusun tesis untuk menyelesaikan program S2 Sosiologi Pedesaan
pada PPs IPB dan kemudia berlanjut S3 Unhas dengan menggunakan metode
kualitatif. Buku ini memaparkan tentang bagaimana serbuan investasi, teknologi,
dan manajemen mendorong terjadinya proses diferensiasi
social dan rasionalisasi tindakan,
yang belum sampai pada tahap terkondisikannya transformasi yang tuntas, atau
ketidakseimbangan antara diferensial social dengan rasionalisasi tindakan yang
mengkondisikan transformasi bertahan di tahap transisi.
Ada dua pertanyaan pokok yang ingin dijawab berkaitan dengan
dua proses tersebut. Pertama,
seberapa seimbangkah diferensiasi sosial dan rasionalisasi tindakan tercapai
pada masing-masing komunitas maritime. Pada komunitas pembuat perahu
diferensiasi social berlangsung lebih intensif dari rasionalisasi tindakan;
pada komunitas wisata pantai rasionalisasi tindakan berlangsung lebih intensif
dari dari diferensiasi social; dan pada komunitas penangkapan ikan diferensiasi
sosial dan rasionalisasi tindakan berlangsung dalam intensitas yang relative
seimbang.
Sedangkan yang kedua,
seberapa linearkah diferensiasi social dan rasionalisasi tindakan itu terjadi
pada masing-masing komunitas maritim. Diferensiasi social maupun rasionalisasi tindakan berlangsung secara
linear, bahkan ada proses balik yang tercipta di tengah gerak perubahan, dan
ketidaklinearan serta proses balik ini berefek pada
perseimbangan/pertidakseimbangan proses diferensiasi social dengan
rasionalisasi tindakan pada sistem sosial yang tercipta.
Di sisi lain, ikatan parton-klien yang kuat, manifestasi
siri’, gelar haji, dan status sosial, telah menjadi sumber motivasi pencapaian
warganya, terutama di komunitas pembuat perahu dan penangkap ikan. Tetapi tidak
semua aktor bisa tiba ke lapisan yang setaraf, dengan demikian pengaruh
dorongan iga motif itu tidaklah sama.
Buku Jagad Maritim memberikan penjelas yang begitu detail,
dan menjadi panduan dan peta mutakhir memasuki jagad maritime masyarakat
Sulawesi Selatan khususnya orang Makassar.

No comments:
Post a Comment