May 9, 2025

Naskah Sawarèh Barzanji


Barzanji merupakan naskah berbahasa Arab hasil sayembara yang diprakarsai oleh Sultan Salahuddin pada peringatan Maulid Nabi yang pertama kali tahun 1184 M (580 H.). Pemenang dari sayembara penulisan riwayat Nabi beserta puji-pujian bagi Nabi dengan bahasa yang indah itu adalah karya Syaikh Ja'far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al Barzanji yang berjudul 'Iqd Al-Jawähir 'kalung permata' atau 'Iqd Al-Jawhar fi Mawlid al- Nabiyy al-Azhar. Belakangan, karya masyhur dikenal dengan nama Barzanji yang sebenarnya merupakan nama sebuah daerah di Kurdistan, Barzanj.

Naskah Sawarèh Barzanji merupakan transmisi dari naskah Barzanji yang disadur ke dalam bahasa Sunda murwakanti dengan menggunakan aksara Pègon oleh K. H. Ahmad Dimyati, pendiri Pesantren Sukamiskin Bandung, pada tahun 1920-an. Selanjutnya, teks dalam naskah ini ditulis oleh H. Ahmad Zarkasyi, penulis resmi Pesantren Sukamiskin. Sawarèh Barzanji, mengikuti asalnya selain berbentuk puisi dalam bahasa Sunda dengan menggunakan aturan puisi Arab, juga berbentuk puisi dalam bahasa Sunda yang berima. Naskah ini berisi tuturan riwayat hidup Nabi Muhammad saw. Naskah ini disebut sebagai sawarèh karena hanya sebagian kisah kehidupan Nabi Muhammad yang disadur.

Sawarèh Barzanji ini sangat tepat disebut sebagai karya sastra daripada karya sejarah karena lebih menonjolkan aspek keindahan bahasa. Gaya bahasa sadurannya terdiri atas dua bagian: prosa dan puisi. Selain murwakanti, puisi yang dituturkannya terikat dengan aturan metrum dan rima syair Arab.

Sawarèh Barzanji populer di wilayah Jawa Barat, terutama di daerah Ciwidey, Pangalengan, Banjaran, Soreang, Cililin, Sindangkerta, Gununghalu, dan sekitarnya. Kini, daerah-daerah tersebut termasuk ke dalam wilayah administratif Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Naskah itu disebarkan oleh para alumni Pesantren Sukamiskin. Banyak dari mereka kemudian memimpin/mendirikan pesantren di daerah asal mereka dan sekaligus menjadi orang berpengaruh dalam masyarakat. Mereka mengembangkan apa yang dipelajari di Pesantren Sukamiskin. Tak heran jika kemudian Naskah Sawarèh Barzanji --sebagai salah satu naskah yang dipelajari di Pesantren Sukamiskin dikenal oleh masyarakat sekitar para alumni itu tinggal.

Naskah Sawarèh Barzanji berfungsi sebagai bacaan wajib ketika perayaan Maulid Nabi, marhabaan (upacara syukuran atas kelahiran anak), pengajian sebelum perhelatan pernikahan, dan bacaan wajib pengantaran calon haji berangkat ke Mekah. Ketika bacaan itu berjenis prosa, semua hadirin membacanya sambil berdiri. Namun, ketika bacaan berjenis puisi, bacaan hanya dibaca oleh pimpinannya sambil duduk. Selanjutnya, bacaan diakhiri dengan shalawatan yang dibaca oleh semua hadirin sambil berdiri dan berkeliling memotong rambut sang bayi atau disalami oleh calon pengantin/calon haji.

Buku Naskah Sawarèh Barzanji merupakan hasil kajian terhadap Naskah-Naskah Sawareh Barzanji menyoroti kekayaan budaya dan tradisi lisan yang terkandung dalam teks-teks keagamaan lokal. Penelitian ini mencakup analisis terhadap bahasa dan bentuk sastra naskah, menunjukkan bahwa Sawareh Barzanji memiliki ciri khas linguistik dan estetika yang mencerminkan nilai-nilai keagamaan serta kearifan lokal. Fungsi sosial naskah juga diulas, memperlihatkan peran pentingnya dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam upacara keagamaan dan pendidikan spiritual.

Melalui pendekatan kritik teks, dilakukan penelusuran terhadap pertalian antarnaskah untuk menentukan versi teks yang paling otoritatif guna diedit dan dipublikasikan. Bagian akhir menyajikan edisi teks pilihan disertai terjemahan dan pengantar, yang tidak hanya memudahkan pemahaman isi tetapi juga membuka akses lebih luas terhadap warisan sastra Islam Nusantara tersebut.

Buku ini dapat di akses https://ipusnas2.perpusnas.go.id sebagai upaya menjaga warisan ilmu yang tak ternilai harganya dari para ulama. Selain itu, buku ini dihadirkan dengan tujuan membantu para pelajar dan santri dalam memahami pola syair Arab dalam bahasa Sunda. Melalui buku ini, diperkenalkan pula arti penting keberadaan ilmu al-'Arudl dalam khazanah keilmuan atau kesusastraan Arab di Indonesia.


Naskah Sawarèh Barzanji
Penulis : Titin Nurhayati Ma’mun
Penerbit : Perpusnas Press
Tahun Terbit : 2019
ISBN : 978-623-200-140-4

No comments:

Post a Comment