Showing posts with label Ungkapan Tradisional. Show all posts
Showing posts with label Ungkapan Tradisional. Show all posts

October 11, 2021

UNGKAPAN TRADISIONAL YANG ADA KAITANNYA DENGAN SILA-SILA DALAM PANCASILA

Nilai-nilai budaya pada berbagai suku bangsa di Indonesia banyak sekali, ungkapan tradisional sebagai salah satu sistem informasi kebudayaan dan sebagai simbol kehidupan dan kebudayaan dari masing-masing suku bangsa yang mempunyai kaitan dengan sila-sila dalam Pancasila. Berikut salah satu ungkapan tradisional suku Makassar dan suku Mandar:

Abbulo sibatang paki antu, mareso tamattappu nanampa nia sannang ni pusakai. (Ungkapan Tradisional suku Makassar)

Seperti satu batang bambu kita kerja terus sama-sama akan kita dapati kesenangan.

"Bekerja dengan jujur dan bersatu akan menghasilkan pekerjaan yang tak terhenti sebagai tugas memberi kesenangan dan keberuntungan".

Ungkapan ini sangat bermanfaat sebagai ungkapan yang arti dan makna kejujuran dalam bersekutu yang mempunyai kaitan dengan sila III dari Pancasila untuk membina kesatuan dan kesepakatan, musyawarah dan mufakat dalam melakukan suatu pekerjaan yang berkaitan dengan sila IV serta membina kejujuran yang berkaitan dengan sila ke V dari Pancasila.

Ammungi tang mu baq barang uru pau paraloa. (Ungkapan tradisional suku Mandar)

Genggamlah dan tidak engkau kembangkan kata yang sudah semula ditetapkan. 

"Berpeganglah teguh kepada kata atau pembicaraan yang telah disepakati".

Sudah menjadi adat bagi kehidupan di masyarakat, bahwa apa yang telah dibicarakan atau disepakati pada mulanya haruslah dipegang seterusnya, dan jikalau terjadi pelanggaran atau penyimpangan, maka dikatakan melanggar adat. Tetapi apabila melakukan keputusan atau hasil musyawarah tersebut sesuai yang telah disepakati, maka akan mendapatkan simpati serta dikatakan sebagai orang beradat oleh masyarakat.

Ungkapan ini benar-benar berfungsi sebagai pengayom atau mendidik melakukan berbagai kesepakatan serta membina kepribadian dalam berkomunikasi antara sesama anggota masyarakat pada kelompok lingkungannya.

Ungkapan ini juga menggambarkan betapa tingginya nilai dari pada suara terbanyak sebagai hasil kesepakatan yang mempunyai kaitan dengan sila ke IV dari Pancasila, yang membina sifat menerima dan mengakui pendapat orang lain dalam hubungan musyawarah dan mufakat.

Buku UNGKAPAN TRADISIONAL YANG ADA KAITANNYA DENGAN SILA-SILA DALAM PANCASILA PROPINSI SULAWESI SELATAN berisikan 100 buah ungkapan tradisional untuk dua kelompok suku (Makassar dan Mandar) yang masih sering dipakai dalam masyarakat pendukungnya, serta ungkapan tradisional yang belum pernah dipublikasikan. 

Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar, yang bertujuan untuk pembangunan kepribadian bangsa Indonesia serta memperkaya kebudayaan nasional.


UNGKAPAN TRADISIONAL YANG ADA KAITANNYA DENGAN SILA-SILA DALAM PANCASILA PROPINSI SULAWESI SELATAN 
Penulis: L.T. Tangdilinting, Darwas RAsyid, Basri Abdullah, Zakariah.
Penerbit: Proyek Inventarisasi dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Sulawesi Selatan
Tempat Terbit: Ujung Pandang
Tahun Terbit: 1991