October 13, 2021

KAHAR MUZAKKAR MASIH HIDUP (Sebuah Misteri)


Mengorek pembuktian-pembuktian sebagai refleksi masih hidupnya Kahar Muzakkar, memang membuka peluang untuk sebuah keyakinan. Kontroversial yang menyelimuti perjalanan pejuang Islam yang memilih langkah-langkah radikal itu tak akan mungkin hilang. Boleh jadi sejumlah saksi sejarah dari teman-teman Kahar Muzakkar sudah tiada, namun muncul generasi baru yang terus mendengungkan sikap kontroversial tersebut.

Mungkin Kahar Muzakkar sudah meninggal, tapi tidak menutup kemungkinan dia juga masih hidup. Simpulan itu mencuat lantaran adanya sejumlah catatan sejarah yang mengarah ke kedua pilihan tersebut. Pertama, Kahar Muzakkar sudah meninggal. Alasannya, pihak pemerintah Soekarno bersama TNI telah mengumunkan Kahar Muzakkar meninggal terkena peluru di pinggir sungai Lasolo, Kolaka, Sulawesi Tenggara pada 2 Februari 1965. Peristiwa pengepungan itu dilakukan oleh personil Operasi Kilat di bawah perintah Panglima Kodam XIV, Brigjen TNI M. Jusuf. 

Pejuang Islam kelahiran Kabupaten Luwu itu ditembak oleh seorang prajurit, Kopral Sadeli dari kesatuan Siliwangi. Atas perintah M. Jusuf, sang mayat dinaikkan ke helikopter milik tentara lalu dibawa ke Rumah Sakit Pelamonia Makassar. Ada juga informasi, mayat yang disebut-sebut Kahar Muzakkar itu sempat diperlihatkan kepada Presiden Soekarno di Jakarta lantaran sang presiden ingin sekali melihat mayat Kahar Muzakkar. Begitulah catatan sejarah yang lahir dari versi pemerintah.

Kedua, Kahar Muzakkar masih hidup. Alasannya, sejak dinyatakan telah meninggal pada trahun 1965 oleh pemerintah, ternyata hingga kini tahun 2001 belum pernah ada satu orang pun yang melihat kuburan Kahar Muzakkar. Bahkan saat dinyatakan telah tertembak, Hj. Corry van Stevanus istri Kahar Muzakkar yang sangat setia mendampingi suaminya di hutan belantara bermaksud melihat langsung mayat Kahar Muzakkar, tidak diizinkan oleh M. Jusuf juga orang-orang dekat ketika berjuang dalam gerakan DI/TII tidak ada yang mengaku pernah melihat mayat Kahar Muzakkar.

Cerita lain muncul berkaitan dengan peristiwa penembakan di pinggir Sungai Lasolo. Katanya, yang tertembak saat itu bukan Kahar Muzakkar, tapi seorang anggota DI/TII yang mirip wajah Kahar Muzakkar.  Strategi itu sudah diatur oleh M. Jusuf dengan Kahar Muzakkar dalam pertemuan khususnya di Bone Pute, sebelum penyerbuan Operasi Kilat digelar di salah satu markas DI/TII di Sulawesi Tenggara, tepatnya di Kolaka.

Informasi tersebut boleh jadi benar lantaran kedekatan M. Jusuf dengan Kahar Muzakkar tidak diragukan. Kedua tokoh asal Sulsel ini dalam banyak kesempatan selalu memperlihatkan sebuah persekutuan yang akrab. Ketika M. Jusuf nikah, Kahar Muzakkar-lah yang menikahkannya. Kahar Muzakkar juga membawa M. Jusuf dari Sulawesi ke tanah Jawa. Hubungan mereka seperti keluarga. Karena itu perundingan tertutupnya di Bone Pute, antah apa simpulannya. Seorang anggota DI/TII mengungkapkan dalam pertemuan itu M. Jusuf menasihati 'saudaranya' Kahar Muzakkar agar meninggalkan negeri ini, sebelum Operasi Kilat digelar di markas DI/TII di Kolaka. Bila ini benar, maka yang tertembak oleh Kopral Sadeli di pinggir sungai Lasolo bukan sosok Kahar Muzakkar. Sebuah strategi penyelamatan.

Buku KAHAR MUZAKKAR MASIH HIDUP (Sebuah Misteri) membahas tentang catatan-catatan penggalan sejarah mengenai Kahar Muzakkar masih hidup dan diamnya Jenderal Jusuf  yang melahirkan sebuah refleksi di kalangan pengikut dan simpatisan perjuangan Kahar Muzakkar yang menjadi dasar keyakinan bahwa Kahar Muzakkar masih hidup. Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


KAHAR MUZAKKAR MASIH HIDUP (Sebuah Misteri)
Penulis: A.Wanua Tangke
Penerbit: Pustaka Refleksi
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2002
ISBN: 979-96731-1-9

No comments:

Post a Comment