July 13, 2021

SEJARAH PEMBERONTAKAN PEMUDA - RAKYAT SELAYAR


Pahlawan Paus Rama Bosa ternyata adalah akronim dari Nama Pejuang Kemerdekaan RI di Selayar masing-masing; (Pa) Paong, (Us) Usuk, (Ra) Rasulung, Rumaddong, (Ma) Massa, Mongsong, Maraheng, (Bo) Bolong, Bonto, (Sa) Sappara, Sarapa.

Buku SEJARAH PEMBERONTAKAN PEMUDA - RAKYAT SELAYAR: Menentang Feodalisme - Kolonialisme Pahlawan PAUS RAMA BOSA merupakan gabungan antara karya ilmiah dan roman sejarah, yang terdiri dari tujuh bagian, yakni:

Bagian pertama mengemukakan pesan-pesan amanah dari para Pahlawan Paus Rama Bosa. Pesan-pesan yang begitu menggugah rasa patriotisme yang heroik dan tulus.

Bagian kedua menguraikan secara singkat pentingnya sebuah ideologi bagi sebuah perjuangan, sebuah revolusi, yakni Pancasila sebagai dasar dan acuan perjuangan memerangi penjajahan dengan bentuknya yakni Feodalisme, Kolonisme, Kapitalisme, Imperialisme dan Atheisme.

Bagian ketiga pada dasarnya merupakan deskripsi semagat revolusioner yang tinggi dari pemuda dan rakyat Selayar untuk menghapus segala bentuk Feodalisme yang dipelihara oleh pemerintah Kolonial. Hal ini ditandai dengan peristiwa penyerbuan dan pengambilan alih kekuasaan dari para petugas Kolonial di Kota Benteng di bawah pimpinan Rauf Rachman.

Bagian keempat menggambarkan semangat perlawanan terhadap terorisme Kolonial Belanda. Perlawanan ini berpuncak pada peristiwa penyerbuan 14 Februari 1946 yang menimbulkan peperangan begitu dahsyat, 11 pemuda yang gagah berani gugur, yang dikenal dengan julukan Paus Rama Bosa. Julukan tersebut menjadi simbol dan spirit yang terus menggelora disetiap jiwa pejuang yang tersisa.

Bagian kelima menggambarkan semangat yang hidup dari spirit Paus Rama Bosa  di era selanjutnya. Dimana perjuangan juga diarahkan pada perombakan sistem feodalisme bentukan Kolonial. Perjuangan ini berhasil membersihkan jiwa dan sistem feodalisme yang tumbuh subur dan mengakar di tengah masyarakat yang sedang dijajah.

Bagian Keenam juga menggambarkan rentetan dari perjuangan pemuda rakyat Selayar, dalam hal ini perjuangan Selayar memperoleh otonomi setingkat kabupaten sebagai suatu kesatuan hukum sebagaimana berlaku sejak pertengahan abad 18 hingga pertengahan abad 19 dalam bentuk keresidenan. Perjuangan ini berhasil ditetapkan dalam Sidang Kabinet Karya ke 169 tanggal 28 Agustus 1958.

Bagian ketujuh menguraikan tiga kerangka hasil perjuangan rakyat Selayar, Tiga kerangka dimaksud adalah; (1) Kemerdekaan yang diperjuangkan sendiri, bukan pemberian atau pembebasan dari pusat. (2) Pemerintahan dengan sistem kerakyatan, bukan feodalisme dan (3) Otonomi daerah yang juga diperoleh atas perjuangan sendiri.

Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar, yang bertujuan tidak sekedar mendeskripsikan perjuangan revolusioner Pahlawan Paus Rama Bosa semata, tetapi lebih dalam untuk membangun spirit serupa bagi generasi kini sesuai tuntutan zaman yang dihadapi. 



SEJARAH PEMBERONTAKAN PEMUDA - RAKYAT SELAYAR: 
Menentang Feodalisme - Kolonialisme Pahlawan PAUS RAMA BOSA
Penulis: Zainal Abidin Hussein
Editor: Saiful Arif
Penerbit: Pemerintah Kabupaten Selayar
Tahun Terbit: 2004
ISBN: 979-3362-74-X



No comments:

Post a Comment