November 30, 2020

HM. YASIN LIMPO DALAM KANCAH REVOLUSI KEMERDEKAAN

Menelusuri jejak leluhur HM. Yasin Limpo berdasarkan investigasi beberapa tokoh masyarakat dan budayawan, ternyata leluhur beliau berasal dari akumulasi tiga kerajaan di bagian selatan Sulawesi Selatan, yakni Kerajaan Laikang, Punaga dan Pattoppakang (ketiga bekas kerajaan ini masuk dalam wilayah Kabupaten Takalar, dimana pada masa kerajaan silam masuk dalam wilayah Kerajaan Gowa). Ketiga kerajaan itu terkenal dengan "Tree in One" karena pada masa Belanda ketika kerajaan ini pernah dilebur menjadi satu kerajaan yakni dengan nama Kerajaan Laikang dan Pattoppakkang dijadikan sebagai ibukota kerajaan. Menyangkut leluhur HM Yasin Limpo, beliau berasal dari akumulasi tiga kerajaan tersebut masih punya hubungan dengan Sultan Hasanuddin. 

HM Yasin Limpo pada masa revolusi silam, mendirikan sebuah organisasi intelijen atau mata-mata yang disebut PARRIS (Pasukan Rahasia Republik Indonesia Sulawesi). Selaku pimpinan, ia terkenal dengan julukan pimpinan pasukan Garudaya. Garuda merupakan lambang kejantanan para pejuang yang bisa terbang cepat kesana kemari memberi informasi pada pejuang lainnya dalam setiap pergerakan musuh.

Selaku pimpinan PARRIS, Yasin Limpo bukan hanya bekerja untuk anggotanya, tapi juga organisasi pejuang lainnya, seperti Lipang Bajeng dan seperjuangan dengan Ranggong Daeng Romo, Pajonga Daeng Ngalle Karaeng Polongbangkeng, Makkatang Karaeng Sibali, Mappa Karaeng Temba, Makkaraeng Daeng Manjarungi serta masih banyak pejuang lainnya. Untuk melancarkan tugas-tugas dari pasukan Lipang Bajeng maupun pasukan dari kesatuan kelaskaran lainnya, maka Yasin Limpo membentuk sebuah pasukan rahasia bernama PARRIS. Tugas PARRIS adalah memata-matai dan memberikan informasi kepada pejuang tentang posisi pergerakan musuh.  

Banyak kisah unik Yasin Limpo, diantaranya Yasin Limpo sudah beberapa kali dikepung tentara KNIL maupun Westerling, tetapi ternyata bisa lolos dari kepungan musuh. Ia pernah dikepung, di sebuah rumah penduduk, tetapi untuk mengelabui KNIL, Yasin Limpo kemudian menyamar dengan memakai pakaian perempuan. Ternyata, cara ini sangat ampuh dan Yasin Limpo sempat lolos dari ancaman maut, serta kisah-kisah lainnya yang dapat dijadikan pelajaran berharga bagi generasi kini dan akan datang.

Pergerakan Yasin Limpo di PARRIS telah banyak mengelabui Belanda. Lewat usaha rokok cap Garuda 1001, telah banyak membantu kebutuhan logistik para pejuang termasuk rokok juga dapat menjalin komunikasi antara para pejuang dan pimpinannya.

Selain berkiprah sebagai pejuang dan direkrut menjadi TNI, juga sesuai dengan kebijakan Orde Baru, telah banyak anggota TNI yang dikaryakan di pemerintahan sipil yang tugasnya selaku Kepala Badan Pelaksanaan Harian (BPH) pada Kantor Gubernur Sulawesi Selatan dan Tenggara (Sulselra).

Buku HM. YASIN LIMPO DALAM KANCAH REVOLUSI KEMERDEKAAN merupakan riwayat perjuangan revolusi dan lulusan Muallimin Jongaya Makassar, setelah tamat kembali ke kampung halamannya di Barembeng serta mendirikan sebuah masjid dan juga beberapa sekolah dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Buku ini merupakan salah satu koleksi referensi, Layanan Perpustakaan Umum berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang, Makassar.


HM. YASIN LIMPO DALAM KANCAH REVOLUSI KEMERDEKAAN
Penulis: Zainuddin Tika, Adi Suryadi Culla, Hamzah Dg. Temba
Penerbit: Lembaga Kajian Sejarah Budaya Sulawesi Selatan kerjasama dengan Madani Publishing
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2016
ISBN: 978-602-14794-5-2

No comments:

Post a Comment