November 17, 2020

Bingkisan Patunru, Sejarah Lokal Sulawesi Selatan

 


Judul : Bingkisan Patunru, Sejarah Lokal Sulawesi Selatan

Penulis : Abdurrazak Daeng Patunru

Penyunting : Abdul Latif dan Dias Pradadimara

Penerbit : Pusat Kajian Indonesia Timur (PUSKIT) bekerja sama dengan Lembaga Penerbitan Unhas (Lephas)

Kota tempat Terbit : Makassar

Tahun terbit: 2004

Jumlah Halaman: xvi + 135

Ukuran : 15 x 21 cm

ISBN : 979-530-062-8

Abdurrazak Daeng Patunru adalah seorang penulis buku sejarah lokal Sulawesi Selatan, yang karya karyanya sudah pernah dibahas dalam berbagai forum. Ada 3 buah buku karya beliau yang telah saya bahas pada kumpulan buku muatan lokal edisi pertama, yaitu Sejarah Gowa, Sejarah Bone dan Sejarah Wajo. Karya karya beliau banyak dikutip dalam penulisan karya ilmiah, baik oleh penulis lokal dan nasional maupun penulis asing. Beliau adalah seorang Birokrat sejak era Kolonial sampai era Orde Lama, pernah bertugas di Wajo sebagai Pamongpraja (1929-1932, 1935-1938). Beliau juga pernah menjadi Residen yang diperbantukan pada kantor Gubernur Provinsi Sulawesi. Terakhir beliau pensiun  sebagai pamongpraja pada pertengahan tahun 1959.

Buku ini adalah kumpulan karya karya Abdurrazak Daeng Patunru yang berada diberbagai tempat yang akhirnya berhasil dikumpulkan dalam satu buku dan diterbitkan. Buku “Bingkisan Patunru” ini adalah berkat usaha dari Program Pustaka Regional Makassar yang bekerjasama dengan Yayasan Adikarya IKAPI dan The Ford Foundation, melalui proses pemilihan yang kompetitif dan selektif, untuk menerbitkan buku buku bermutu.

Diawali dengan “Abdurrazak Daeng Patunru dan Karyanya” sebagai perkenalan oleh Dias Pramadimara dari Fakultas Ilmu Budaya (Sastra) Universitas Hasanuddin. Pada bagian ini, Dias mengungkapkan tentang sejarah kepenulisan Abdurrazak Daeng Patunru, kehidupan beliau dan karya karya yang pernah dihasilkannya. Historiografi Sulawesi Selatan dan hubungannya dengan karya karya Abdurrazak Daeng Patunru, serta kontribusi beliau yang luarbiasa terhadap penulisan sejarah lokal Sulawesi Selatan.

Buku ini dibagi menjadi 8 bab, masing masing bab membahas satu topik tertentu. Pembahasan topik sejarah beberapa daerah dengan urutan sebagai berikut:
Bab I    : Talloq  (Sejarah Talloq, terbit tahun 1968)

Bab II   : Polombangkeng (Sejarah Polongbangkeng, terbit  1970)

Bab III  : Sanrabone (Sejarah asal usul nama Sanrabone, nama nama Hadat Sanrabone dan lain lain, terbit 1970)

Bab IV  : Kekaraengan Dalam Kabupaten Pangkajeneq Kepulauan (Sejarah  distrik kekaraengan yaitu Mandallaq, Bungoroq, Segeri, Maqrang, Labbakkang, Pangkajeneq dan Balocciq, terbit 1970).

Bab V  : Tanete (Sejarah kerajaan Tanete yang dulunya bernama kerajaan Agang Nionjoq, terbit tqhun 1967)

Bab VI : Sidenreng (Sejarah daerah Sidenreng, tanah tanah milik kerajaan, hubungan kekerabatan antara kerajaan Sidenreng dengan kerajaan Gowa, gabungan Ajattappareng pasca kemerdekaan, diterbitkan tahun 1968)

Bab VII: Soppeng (Awal mula Soppeng, perkembangan kerajaan Soppeng sejak 1905, terbit tahun 1967 -1968)

Bab VIII: Orang Orang Melayu di Makassar (Sejarah perkembangan Islam dan penyebarannya oleh 3 Datok, perjanjian dengan orang Melayu, diterbitkan tahun 1967).

Buku ini dapat dijadikan bahan rujukan bagi yang ingin meneliti sejarah kerajaan kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan. Koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan, unit Perpustakaan.

 


No comments:

Post a Comment